Profile

Join date: Nov 9, 2022

About

Penyebab Faktor Risiko Abses Otak

Hampir seluruh orang dapat mengidapnya, namun ada beberapa orang yang memiliki risiko yang lebih besar daripada orang lain.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko abses otak, yaitu:

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat mengidap HIV/AIDS, menjalani kemoterapi, atau mengonsumsi obat imunosupresan. Mengidap endokarditis, pneumonia, bronkiektasis, dan infeksi atau kondisi paru-paru lainnya, infeksi perut, sistitis, dan infeksi panggul lainnya. Mengalami cedera kepala berat atau tulang tengkorak retak. Mengalami infeksi sinus, infeksi telinga tengah kronis, meningitis, abses gigi.

Diagnosis Abses Otak

Diagnosis ditegakkan dengan menggali lebih dalam dari gejala yang dirasakan pengidap. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan neurologi lengkap. Pemeriksaan tersebut menggambarkan ada tidaknya penekanan otak akibat abses. Beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis, yaitu:

Pencitraan CT Scan dan MRI, digunakan untuk melihat adanya pembentukan abses di dalam otak. Pungsi lumbal, digunakan untuk mengambil sampel cairan otak dari tulang belakang. Cairan otak ini kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk memastikan penyebab abses otak.

Komplikasi Abses Otak

Komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

Abses yang berulang. Ini lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau penyakit jantung sianotik Kerusakan otak. Kerusakan otak yang ringan hingga sedang bisa membaik seiring waktu, tetapi kerusakan otak yang parah cenderung permanen. Komplikasi abses otak ini lebih berisiko jika diagnosis dan pengobatan tertunda. Epilepsi, yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang. Meningitis, infeksi selaput pelindung di sekitar otak yang mengancam jiwa yang memerlukan perawatan segera. Ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Pencegahan Abses Otak Abses otak adalah kondisi yang serius. Kondisi kesehatan ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tidak terkena abses. Beberapa cara untuk mengurangi risiko abses otak, antara lain:

Prosedur tindakan situs berita gue medis, seperti pencabutan gigi atau tindakan kedokteran gigi yang lainnya perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi infeksi yang memicu abses otak. Perawatan pasca prosedur atau tindakan kedokteran, perawatan setelah tindakan yang dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan aspek sterilitas. Pemeriksaan rutin terhadap penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau diabetes.

Pengobatan Abses Otak

Antibiotik dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini. Terutama pada abses kurang dari 2,5 sentimeter dari kepala. Pembedahan dilakukan apabila terapi menggunakan antibiotik gagal. Hal ini dapat pula dilakukan apabila terdapat risiko pecahnya kantung abses di otak.

 

Penyebab Faktor Risiko Abses Otak

More actions